Tampilkan postingan dengan label KAMPANYE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAMPANYE. Tampilkan semua postingan

PEMILIHAN UMUM (PEMILU)

| 0 komentar

Pemilihan umum
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pemilihan Umum (Pemilu) adalah suatu proses di mana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan yang disini beraneka-ragam, mulai dari Presiden, wakil rakyat di pelbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan.Sistem pemilu digunakan adalah asas luber dan jurdil

Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.

Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.


Sayangi Lingkungan Bagi Kelangsungan Masa Depan

| 0 komentar

Blogger
Inspiring Green Living...

Marilah pertahankan taman di rumah Anda dan buatlah sedikit area hijau bila belum ada. Selain membuat udara lebih sejuk, kumpulan tanaman akan meresapkan air hujan, mengisi stok cadangan air di dalam tanah untuk musim kemarau mendatang.
Selain itu juga akan mencegah air menggenang atau mengalir di permukaan yang terbuang begitu saja. Mari kita ciptakan ruang terbuka hijau di komplek pemukiman, agar semakin kecil resiko terjadinya kekurangan air pada musim kemarau.***


Blogger inspiring Green Living:
website http://saungurip.blogspot.com
Salam hijau....

AWAS DEMAM BERDARAH....!!!

| 0 komentar

WASPADAI….
DEMAM
BERDARAH
DITULARKAN OLEH NYAMUK AEDES AEGYPTY


Musim hujan, musim DBD. Di Indonesia dua musim itu bagaikan dua sisi mata uang, tak terpisahkan. Dari data Departemen Kesehatan , per Januari hingga minggu pertama Februari 2009, ada 3.482 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang 28 diantaranya meninggal. Nampaknya jumlah kasus ini akan terus bertambah mengingat musim hujan masih beberapa bulan ke depan dan sejumlah propinsi di Indonesia diwartakan mengalami endemik DBD.
Kondisi ini harus kita cermati mengingat kemungkinan penyakit DBD akan terus merebak di lingkungan keluarga, tempat tinggal, dan tempat-tempat umum. Untuk mendeteksi adanya populasi nyamuk aedes aegypti di pemukiman adalah dengan memantau jentik/larva dari nyamuk tersebut yang dilakukan oleh relawan Posyandu meliputi 20 rumah sampel dengan pengamatan di tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan air, tempat minum burung menggunakan lampu senter.
Perkembangan DBD berdasarkan tiga faktor utama yang menjadi penyebab yaitu adanya populasi nyamuk (sebagai vektor), penderita, dan orang sehat. Penjelasannya adalah apabila ada populasi nyamuk menggigit si penderita kemudian terbang lagi menggigit orang yang sehat maka terjadilah penularan karena nyamuk sebagai vektor sudah terinfestasi oleh virus.
Bagaimana mengantisipasi epidemik DBD?
Menggiatkan relawan untuk memonitoring jentik nyamuk atau dikenal dengan sebutan “Jumantik” (Juru Pemantau Jentik) dari PKK ataupun kader Posyandu. Peran Jumantik sangat penting karena sebagai “early warning system” terhadap perkembangan awal dari nyamuk aedes aegypti. Pemantauan sampel rumah, 20 rumah yang diamati pada setiap pemukiman. Sosialisasi pencegahannya adalah dengan 3M PLUS (MENGURAS TEMPAT PENAMPUNGAN AIR, MENUTUP RAPAT TEMPAT PENAMPUNGAN AIR, MENIMBUN/MENYINGKIRKAN BARANG-BARANG BEKAS YANG DAPAT MENAMPUNG AIR HUJAN, karena nyamuk ini berkembang-biak di air yang tidak menyentuh tanah seperti air yang tertampung di botol bekas, kaleng, batok kelapa dan lain sebagianya. Pengasapan atau fogging adalah tindakan untuk membunuh nyamuk dewasa, hal dilakukan untuk menekan populasi nyamuk dan memberikan efek psikologis terhadap warga (membuat warga tenang). Yang terpenting adalah perilaku dan lingkungan artinya perilaku hidup bersih dan menjaga lingkungan agar tetap bersih.(uripsr@ymail.com)***

RANCANGAN TAHAPAN PEMILU 2009

| 0 komentar

Menuju Pesta DEMOKRASI Indonesia.

Pemungutan Suara Pemilu DPR, DPD, dan DPRD,

9 April 2009.

Penetapan Hasil Pemilu.

9 Mei 2009.

Pendaftaran Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden,

9 - 11 Mei 2009.

Verifikasi, Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Nomor Urut,

12 Mei - 7 Juni 2009.

Kampanye Pemilu Presiden,

11 Juni - 4 Juli 2009.

Hari Tenang,

6 - 7 Juli 2009.

Pemungutan Suara Pemilu Presiden Putaran I,

8 Juli 2009.

Pemungutan Suara Pemilu Presiden Putaran II,

8 September 2009.

Pelantikan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih,

20 September 2009.

Sumber : Komisi Pemilihan Umum (KPU)***



SATU ANAK SATU POHON

| 0 komentar

Menanam Pohon Pada Tiap kelahiran Anak
Untuk Kesinambungan Generasi Penerus Kita


Pemanasan Global merupakan permasalahan bersama dan menjadi tanggung jawab kita untuk mengatasinya. Pemanasan global terjadi karena meningkatnya karbondioksida dan gas lainnya akibat pembuangan asap industri di atmosfir bumi. Dampak buruknya antara lain, perubahan iklim, peningkatan curah hujan dan banjir, kenaikan permukaan air laut, dan berbagai bencana alam lainnya.
Salah satu upaya menanggulanginya dapat dilakukan dengan menanam pohon dalam jumlah yang banyak. Hal ini karena daun pepohonan dapat menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh kita semua.
Gerakan satu anak satu pohon, bertujuan mengajak masyarakat untuk menanam satu pohon pada setiap kelahiran seorang anaknya. Bagi yang tidak mempunyai lahan untuk menanam, dapat menjadi ibu asuh pohon dengan cara menitipkan pohon untuk ditanam di lahan kritis.
Diharapkan melalui program ini akan menimbulkan semangat mencintai lingkungan melalui menanam dan memelihara pohon sehingga perilaku ini secara dini dapat ditiru oleh anak cucu kita.
Jika setiap kelahiran menanam pohon, maka:
 1 anak = 1 pohon
 2 anak = 2 pohon
 100 anak = 100 pohon
 1.000.000 anak = 1.000.000 pohon
Tentunya kelak akan ada jutaan pohon yang akan menjadi warisan berharga bagi kelangsungan hidup anak di masa mendatang.
Gerakan ini bila dilakukan secara nasional merupakan langkah konkret dalam upaya penyelamatan bumi sekaligus hasilnya dapat menjadi sumber tambahan pendapatan untuk peningkatan kesejahteraan keluarga.
(Pariwara : dari SIKIB) USR.